Alasan utama saya dan istri untuk mengunjungi Banyuwangi pada Februari 2018 kemarin adalah urusan perut. Kita pengin mencicipi makanan yang belum pernah dicoba dan tidak ada di Bogor. Rujak soto Bu Sum adalah salah satu destinasi yang direkomendasikan oleh Mas @alannobita sehingga sudah istri catat pada itinerary-nya.

Bukankah rujak ada di Bogor? Memang ada. Soto? Tentu saja ada, malahan Bogor punya soto sendiri: soto kuning dan soto mi. Lalu, mengapa rujak soto?

Waktu itu sepulang dari wisata pinus Songgon, kami berkesempatan untuk mampir ke tenda rujak soto Bu Sum di Jl. Letjen Di. Panjaitan, No. 24, Kampungmandar, Kec. Banyuwangi. Lokasinya cukup mudah ditemukan via Google Maps dan memang tak terlampau jauh dari jalan arteri.


Bernaung tenda sederhana tanpa penutup dan tanpa nama di pinggir jalan kompleks, tampak Bu Sum sedang sibuk meracik rujak soto di atas cobek besar, ia berdiri di tengah-tengah para pembeli yang ternyata sudah banyak yang sedang duduk menunggu giliran di bangku panjang.


Kami sebagai pembeli dapat menyaksikan secara langsung bagaimana rujak dan atau rujak soto dibuat. Open kitchen kalau istilah per-cuisine-an mah ya. Keistimewaan yang sekaligus mencuri perhatian saya adalah Bu Sum meracik rujak soto satu per satu, tidak sekaligus untuk beberapa orang sehingga waktu tunggu pesanan boleh dibilang lama, rata-rata satu jam. Mungkin demi menjaga kualitas cita rasa dan kuantitas yang sama rata.


Andai saja dulu Bu Sum memutuskan untuk berurbanisasi mengadu nasib ke Jakarta atau kota satelit sekitarnya mungkin dia gagal jadi ahli rujak soto dan memilih beralih profesi karena orang kota kebanyakan komplain tentang caranya ini yang menghabiskan waktu (konon) berharga mereka sekadar untuk makan rujak, dan pasti banyak yang menuntut ini-itu dalam urusan service & manner.

Tapi karena ini di Banyuwangi, mau kita berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, suka tidak suka kita harus sabar menunggu rujak soto Bu Sum terhidang di meja.

Mungkin juga karena ketelatenannya dalam membuat rujak soto satu per satu, saya berdua istri bersepakat mengatakan makanan ini unik. Saya baru pertama kali mencoba bumbu kacang dipadukan dengan kuah soto yang ternyata rasanya bikin penasaran, kemudian ketagihan. Bukan cuma bumbunya, bahan pelengkapnya pun terdiri dari sayuran, buah-buahan, dan jeroan! Bahan yang selama ini saya pikir mustahil berada dalam mangkuk yang sama apalagi disantap bersamaan!

Mari kita kupas apa yang terkandung pada rujak soto Bu Sum. Guyuran saus kacang, saya tebak dari kacang tumbuk, bawang putih, garam, cabai, gula merah, dan petis. Topping-nya terdiri dari lontong, aneka sayuran rebus, buah, dan potongan tahu tempe. Kesemuanya disiram kuah soto, beserta potongan babat. Babatnya ini yang juara; empuk, tidak berbau, dan bumbunya yang menyerap menyempurnakan cita rasa rujak soto yang Bu Sum buat.

Saya rasa rujak soto gak bakalan seenak ini kalau bukan Bu Sum yang membuat, dan jika Bu Sum membuat rujak soto secara massal, tidak satu per satu. Jadi ingat cerpen Koh Su-nya Mas Phutut EA yang menceritakan tukang nasi goreng yang memasak nasi gorengnya satu per satu meskipun sudah puluhan orang yang antre membeli. Feel si peracik seolah merasuk ke masing-masing pembeli secara utuh.


Kemarin saya harus menunggu satu jam untuk merasakan keajaiban rujak soto Bu Sum. Apa yang bisa dilakukan dalam rentang tunggu satu jam? Cobalah cicipi tahu walik yang mangkal di sebelah kanan tenda Bu Sum. Sebagai penyayang gorengan, saya merasa harus mencoba jenis gorengan satu itu. Saat tiba gigitan pertama, waw, enaknya kebangetan lah!

Rasa tahu walik di samping rujak soto Bu Sum ini mirip batagor namun tetap punya kekhasan yang lain, mungkin lantaran bumbunya pun beda. Tahu yang dibalik (walik adalah bahasa Jawanya balik) melekat erat sama kenyal adonan tapioka, berasa membal-membal di mulut. Apalagi pas dicocol ke sambal petis, sudahlah, no comment untuk ini, gak ada obatnya. Kami sampai beli lagi seporsi tahu walik buat dibungkus ke homestay, ceritanya buat camilan malam.


Mampir ke rujak soto Bu Sum, saya seperti sedang mengunjungi galeri: kami bukan hanya menyantap makanan kemudian kenyang dan pulang, namun juga memperoleh priceless experience dalam menikmati sehidang menu tradisional yang tampak sederhana namun bercitarasa istimewa.[]

Kuliner Banyuwangi
Rujak Soto Bu Sum Banyuwangi
Buka mulai pukul 10.00 - 22.00 (Senin-Minggu)
Jl. Letjen Di. Panjaitan, No. 24, Kampungmandar, Banyuwangi 68414
Nomor kontak: 0812-3275-0053